• 13-09-2016

    Terapi LSWT - Terobosan Terbaru Pertama Di Indonesia Timur

    Disfungsi ereksi (DE) atau impotensi selalu menjadi momok bagi para pria. Gangguan pada vitalitas seksual itu bisa mempengaruhi rasa percaya diri, keharmonisan hubungan suami-istri, mengganggu produktivitas kerja, dan menurunkan kualitas hidup. DE ditandai dengan ketidakmampuan untuk ereksi sampai menghasilkan senggama yang memuaskan.
    Studi di Amerika menunjukkan bahwa pada pria usia 40-70 tahun terdapat 52 persen penderita DE. Untuk jenis DE ringan sebanyak 17,2 persen, DE sedang sebanyak 25,2 persen, dan DE berat 9,6 persen (Journal Urology 2000 163, 460-3).
    Untuk kesembuhan, banyak penderita impotensi justru memilih membeli obat-obatan ilegal di pasar. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melaporkan sebagian besar obat untuk vitalitas yang dijual bebas tidak diketahui dengan jelas kandungannya. Keberhasilan obat itu mencapai 60-80 persen. Sayangnya, dengan berjalannya waktu, angka keberhasilan itu terus menurun dan tidak berefek.
    Rumah Sakit Bedah Surabaya telah menyediakan terapi terobosan yang disebut Low Intensity Shock Wave Therapy (LI SWT) buatan Jerman. Kelebihan alat generasi terbaru itu adalah pembangkit gelombang kejut atau probe tidak perlu dipegangi petugas.
    Penembakan ditujukan pada empat titik di alat kelamin pria dan berlangsung sekitar 30 menit sebanyak empat kali dengan jeda satu minggu. Cara kerja alat itu adalah merangsang terbentuknya pembuluh darah baru dalam penis.
    Terapi dengan alat LI SWT tidak menimbulkan sakit. Penderita cukup duduk di kursi dan pasien dapat bersantai sambil menyaksikan televisi. Setelah probe difokuskan oleh dokter di titik tertentu pada alat kelamin selanjutnya, jumlah dan intensitas tembakan diatur oleh komputer.
    Efek perbaikan biasanya terjadi 1–6 bulan setelah paket penembakan selesai. Lebih dari 60 persen penderita yang diterapi dengan alat itu menunjukan hasil yang baik.
    Poli kesehatan seksual pria RS Bedah Surabaya dibuka setiap Senin dan Kamis pukul 16.00 sampai selesai diasuh oleh Prof Dr dr Sunaryo Hardjowijoto SpB, SpU dan dr Lukman Hakim SpU. Pelayanan yang prima dengan melibatkan alat canggih bisa menjadi solusi bagi penderita impotensi.
    Sejumlah pasien telah menjadi prosedur LI-SWT dan merasa sangat puas dengan pelayanan serta privasi yang diberikan oleh dokter. Mereka diberi waktu untuk bercerita panjang lebar tentang penyakitnya dalam privat.
    Hal itu yang dialami oleh seorang pasien saat ditemui di depan klinik sesuai konsultasi dengan dokter. Dia tidak mengira bisa sembuh dari penyakit itu. Sudah banyak obat yang dikonsumsi, tetapi tak kunjung memperbaiki vitalitas.
    Sejak didiagnosa kencing manis pada 2009, vitalitasnya terus menurun. Untungnya, melalui seorang teman, dia diperkenalkan dengan dokter di Klinik Kesehatan Pria RS Bedah Surabaya.
    Alat LI-SWT yang dihadirkan RS Bedah Surabaya merupakan satu-satunya alat shock wave therapy generasi terbaru di Indonesia bagian timur. Alat itu menjadi pilihan dari berbagai penjuru dunia dan membuka harapan baru bagi penerita impotensi. Untuk menjaga jaringan erektil yang sudah pulih pasca-prosedur tidak kembali rusak, penderita dianjurkan untuk menjaga pola hidup sehat dengan mengubah pola makan, istirahat cukup, dan olahraga teratur